KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
45. St. Leo atau Leo Agung (440-461)
Leo dilahirkan di Volterra Etruria Tuscan, Italia, dari sebuah keluarga bangsawan kaya. Dia terpilih sebagai paus pada 29 September 440 oelh para biarawan dan umat secara bulat. Pengangkatan dirinya sebagai paus sungguh mengejutkan karena pada waktu itu ia berstatus Diakon Agung Diosesan Roma. Ia sedang menjalankan misi diplomatic di Gallia (sekarang Perancis) atas permintaan Kaisar Valentinus III. Misi itu ialah mendamaikan Aetius dan Albinus, dua jenderal kekaisaran yang bertikai sehingga melemahkan pertahanan bangsa Perancis melawan serangan kaum Barbar. Ia disebut “Agung” karena ushanya yang luar biasa untuk mempertahankan kesatuan Gereja. Ia menyelenggarakan Konsili Ekumenis keempat dan kelima yang menghasilkan rumusan tentang “Misteri Penjelmaan Tuhan”.
Selain menghadapi berbagai aliran sesat saat itu seperti Pelagianisme, Manikheisme, Priskilianisme dan Monofisitisme, ia memperlihatkan keberaniannya seperti sosok Petrus membela Yesus di taman Getsemani. Ia membela ajaran iman serta kesucian kota Roma dengan kesucian dan kefasihan lidahnya. Ia dapat mencegah serbuan Attila untuk tidak menyerang kota Roma termasuk raja Vandal, Geneserik. Paus Leo Agung berhasil menghancurkan dan menerjang bangsa-bangsa kaum Barbar yang menghancurkan kekristenan. Leo menjadi salah seorang paus pembela ajaran iman yang benar dan pembela kota Roma. Ia menjadi teladan, berhati lapang dan tetap saleh. Surat-surat dan kotbah-kotbahnya sangat bernilai karena buah pikirannya yang sangat jernih dan dalam. Ia seorang paus yang bisa sebagai administrator, penulis, diplomat, negarawan dan teolog.
Masa kepemimpinannya menandai salah satu masa yang paling penting dalam sejarah Gereja Perdana. Ia wafat pada 10 November 461 dan dimakamkan di ruang depan Basilika St. Petrus. Pada tahun 1754, Paus Benediktus XIV (1740-1758) meemberi gelar St. Leo sebagai Pujangga Gereja dan kita kenal sebagai St. Leo Agung.
|